Kasus askep obesitas pada anak

Bagaimana manifestasi klinis dari obesitas? Timbulnya obesitas lebih ditentukan oleh terlalu banyaknya makan, terlalu sedikitnya aktivitas atau laihan fisik maupun keduanya. Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteoartritis terutama di daerah pinggul, lutut dan pergelangan kaki.

Karena itu mempertahankan berat badan normal dapat mencegah terjadinya hipertensi pada saat dewasa. Kemudian, secara sederhana obesitas menggambarkan suatu keadaan tertimbunnya lemak dalam tubuh sebagai akibat dari berlebihnya pasokan kalori dalam tubuh. Namun keinginan untuk pola hidup lebih sehat dan penurunan faktor resiko sehubungan dengan ancaman penyakit terhadap hidup memotivasi beberapa orang mengikuti diet dan program penurunan berat badan.

Kegemukan dapat diturunkan dari generasi sebelumnya ke generasi berikutnya didalam sebuah keluarga.

Asuhan Keperawatan (ASKEP) Asfiksia

Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. Oleh karena itu, dibutuhkan program edukasi maupun konseling terkait pengetahuan tentang gizi dan makanan sehat. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.

Penurunan berat badan sebanyak 10kg dapat menurunkan angka sistol sebesar 7mmHg. Kegemukan dan obesitas pada anak berisiko berlanjut ke masa dewasa, dan merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoartritis, dll.

Asfiksia berat nilai APGAR Score 0 — 3 Pada kasus asfiksia berat, bayi akan mengalami asidosis, sehingga memerlukan perbaikan dan resusitasi aktif dengan segera. Dispilidemia berisiko terbentunya aterosklerosis.

Adanya perdarahan pada plasenta previa dan solution plasenta yang dapat menyebabkan turunnya tekanan darah secara mendadak. Si dr. Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa penyebab kegemukan dan obesitas bersifat multifaktor, antara lain adanya keterlibatan faktor genetis, gangguan fungsi otak, dan kurang gerak.

Semuanya dapat menungkatkan tekanan darah. Memperbanyak aktivitas fisik. Akan tetapi pada anak biasanya timbul menjelang remaja dan dalam masa remaja terutama anak wanita, selain berat badan meningkat dengan pesat, juga pertumbuhan dan perkembangan lebih cepat ternyata jika periksa usia tulangnyasehingga pada akhirnya remaja yang cepat tumbuh dan matang itu akan mempunyai tinggi badan yang relative rendah dibandingkan dengan anak yang sebayanya.

Laju jantung meningkat dan kapasitas pembuluh darah mengangkut darah berkurang. Ketika asupan makanan sangat tinggi tetapi aktivitas fisik kurang maka akan menyebabkan kelebihan kalori Khasanah, Bayi masih bisa bereaksi terhadap rangsang e.

Mengkonsumsi suplemen penunjang kesehatan tubuh tanpa efek samping menggemukkan tubuh. Mengkonsumsi 4 kaleng soda perminggu bisa membuat berat badan naik 0,5 kg. Obesitas juga bisa difaktori oleh faktor genetik. Monitoring dilakukan dengan cara: Kebiasaan mengkonsumsi 3. Untuk menurunkan kematian BBL karena asfiksia, persalinan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan dan ketrampilan manajemen asfiksia pada BBL.

Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Obesitas

Faktor Genetik Faktor genetik memegang peranan penting bagi terjadinya obesitas. Masalah lain yang dialami Ny. Risa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk duduk sembari menunggui tokonya.

· Obesitas dapat terjadi pada semua golongan umur, akan tetapi pada anak biasanya timbul menjelang remaja dan dalam masa remaja terutama anak wanita, selain berat badan meningkat dengan pesat, juga pertumbuhan dan perkembangan lebih cepat (ternyata jika periksa usia tulangnya), sehingga pada akhirnya remaja yang cepat tumbuh dan matang itu akan mempunyai tinggi badan yang relative.

Obesitas (kegemukan) dapat terjadi pada semua golongan, baik anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Akan tetapi pada anak biasanya timbul menjelang remaja dan dalam masa remaja terutama anak wanita, selain berat badan meningkat dengan pesat, juga pertumbuhan dan perkembangan lebih cepat (ternyata jika periksa usia tulangnya), sehingga pada akhirnya remaja yang cepat tumbuh dan.

Dalam hal ini yang paling sering ditemukan adalah kasus asfiksia neonatorum atau asfiksia pada bayi baru lahir. Menurut WHO, setiap tahunnya, sekitar 3% (3,6 juta) dari juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini kemudian meninggal.5/5. - Tekankan bahwa kecemasan adalah masalah umum yang terjadi pada orang tua yang anaknya mengalami masalah sama.

Rasional: membantu menurunkan kecemasan dengan mengetahui bahwa pasien bukan satu-satunya yang mengalami masalah yang criativabrasilia.com: Hasrianti_S.

Melakukan proses asuhan gizi pada kasus obesitas. Manfaat 1. Mengetahui langkah-langkah penyelesaian kasus obesitas dengan proses asuhan gizi. 2. Mengetahui pembuatan preskripsi diet pada kasus obesitas. BAB II NCP OBESITAS Gambaran Kasus Ny. Risa adalah seorang pedagang baju berusia 48 tahun dengan tinggi badan cm dan berat badan 79 kg.

Ny. Risa. Hampir semua anak obesitas dengan diabetes mellitus tipe-2 mempunyai IMT > + 3SD. penurunan glukosa toleran test pada anak obes adalah 25% sedang diabetes mellitus tipe-2 hanya 4%

Kasus askep obesitas pada anak
Rated 4/5 based on 19 review